Senin, 09 Maret 2009

Lelah

Teman aku bilang kalo kamu lelah rehat sejenak untuk istirahat kemudian lanjutkan lagi. Lalu bagaimana jika aku lelah menghadapi hidup apa aku harus mati sejenak kemudian terbangun dan melanjutkan hidup lagi?…senyum hambar yang aku dapat darimu teman

Rasa lelah lahir dan bathin tidak bisa aku deskripsikan dalam kalimat yang singkat dan padat kepadamu teman. Hanya rasanya begitu gampang air mata keluar seperti engkau menuangkan air dalam benjana lalu kuhirup airnya dan berubah menjadi air mata yang tak berkesudahan. Berpuluh meter tissu yang kau sorongkan padaku seperti tak cukup menampung air nya.

Rasa lelah ini seperti aku tak bisa beranjak dari simpuhku , seperti pengemis yang meminta berkat dari semua orang yang lewat, tangan ku yang mengadah meminta pertolongan untuk menggangkat aku tapi sepertinya kau tak ada disana teman untuk menyelamatkan aku.

Rasa lelahku seperti teriakan yang tak berunjung tapi kau tak pernah mendengarkan satu bait pun. Sepertinya teriakan ku tertelan pusaran angin dan terbawa kelangit yang ketujuh lalu hilang bersama lalu

Lalu kau berkata bangkitlah sendiri tak ada teman yang akan menolongmu …semua sibuk dengan lelahnya masih-masing jangan kau harap apapun dari mereka dulu kau sendiri sekarang kau pun harus bisa sendiri dan akhirnya kau akan sendiri di keabadian…

Aku tahu teman hanya aku ingin bersandar sejenak dibahumu yang lembut dan hangat dan bukan di tembok keras yang dingin seperti ini. Aku butuh perlindungan di tanganmu yang kuat.

Tapi ternyata kau pun sibuk melindungi yang lainnya…dan membiarkan aku terpuruk disini karna aku bukan siapa-siapamu….

Tidak ada komentar: