Ada hal besar dan harus cepat gw lakukan sekarang. Keputusan tentang kesehatan gw udah mendesak dan gak bisa ditawar. Sedu sedan dah gak penting lagi. Baiknya gw mulai berpikir masa depan gw akan gimana setelah ini. Mudah-mudahan sih bagus tapi kalo ada hal yang terjelek pun gw dah mulai mencoba untuk menyikapi dengan jiwa besar. Hehe must happy donk cause semuanya akan baik-baik aja.
Senin, 25 Agustus 2008
Kamis, 21 Agustus 2008
Apatis
Roda roda terus berputar
Tanda masih ada hidup
Karna dunia belum henti
Berputar melingkar searah
Terik embun sejuta sentuhan
Pahit mengajuk pelengkap
Seribu satu perasaan
Bergabung setangkup senada
Jurang curam berkeliaran
Tanda bahaya sana sini
Padang rumput lembut hijau
Itupun tiada tertampak
Sudah lahir sudah terlanjur
Mengapa harus menyesal
Hadapi dunia berani
Bukalah dadamu tantanglah dunia
Tanyakan salahmu wibawa
Tanda masih ada hidup
Karna dunia belum henti
Berputar melingkar searah
Terik embun sejuta sentuhan
Pahit mengajuk pelengkap
Seribu satu perasaan
Bergabung setangkup senada
Jurang curam berkeliaran
Tanda bahaya sana sini
Padang rumput lembut hijau
Itupun tiada tertampak
Sudah lahir sudah terlanjur
Mengapa harus menyesal
Hadapi dunia berani
Bukalah dadamu tantanglah dunia
Tanyakan salahmu wibawa
Rabu, 20 Agustus 2008
Lintang Kemukus
Dilangit biru buaian Indah telah kusiapkan sayangkuDihiasi mega putih laksana salju
Surya menemanimu disaat senangmu
Dan candra menghapus air matamu disaat sedihmu
Sewindu kunanti datangmu sayangku
Kidung kinanti telah kusiapkan untuk lelap tidurmu
Gerbang telah kubuka
Selaksa dayang telah terkembang dengan senyuman
Duhai lintang pujaanku
Ke kutub manakah aku harus menengadahkan pandanganku
Hatiku lelah menantimu
Dan kau tak jua hadir disisiku
(sore di sudut sawojajar)
Senin, 18 Agustus 2008
Incognito
Menembus relung sukmamu
Tersamar antara ada dan tiada
Hari ini terasa jauh dari mu
Semenjak alunan genderang aku talukan
Tersamar antara ada dan tiada
Hari ini terasa jauh dari mu
Semenjak alunan genderang aku talukan
Kamis, 14 Agustus 2008
Tak ada judul
Ada ragu saat aku putuskan memilih jalan ini
Karna kabut di depan terlalu gelap, akankah takdir menguak gelapnya
Kulihat tanganmu seolah menggapai untuk meraihku
Tapi kakiku terjerat oleh bayangan lalu
Nyayian sunyi aku dendangkan untuk diriku sendiri
Menghibur gundah yang terkadang menghampiri
Seribu satu perasaan menggema didinding hati
Bertalu seperti genderang mimpi
Saatnya akan tiba ketika kutegakkan kepala
Tak ada lagi rasa sesal karna memilihmu
Jalan ini akan kususuri
Meski onak menikam hati
Karna kabut di depan terlalu gelap, akankah takdir menguak gelapnya
Kulihat tanganmu seolah menggapai untuk meraihku
Tapi kakiku terjerat oleh bayangan lalu
Nyayian sunyi aku dendangkan untuk diriku sendiri
Menghibur gundah yang terkadang menghampiri
Seribu satu perasaan menggema didinding hati
Bertalu seperti genderang mimpi
Saatnya akan tiba ketika kutegakkan kepala
Tak ada lagi rasa sesal karna memilihmu
Jalan ini akan kususuri
Meski onak menikam hati
Rabu, 13 Agustus 2008
Sepercik Air
Sepercik air bermata bening
Nyanyian dewa dalam dentingan harpa
Dan kau air secara kemilau seakan ingin membunuh sang malam
Seakan ingin membunuh malam.
Dan terwujudlah dalam khayal langit nan kemilau
Langit nan kemilau
Kenangan indah selayak langit pun merona dalam kemesraan
Sepercik air bermata bening
Gemercik nyiur mengurai rerumputan
Malam indah tiada kan datang
Mengucapkan salam bagi dunia
Mengucapkan salam dunia.
(Song by Deddy Stanzah)
Nyanyian dewa dalam dentingan harpa
Dan kau air secara kemilau seakan ingin membunuh sang malam
Seakan ingin membunuh malam.
Dan terwujudlah dalam khayal langit nan kemilau
Langit nan kemilau
Kenangan indah selayak langit pun merona dalam kemesraan
Sepercik air bermata bening
Gemercik nyiur mengurai rerumputan
Malam indah tiada kan datang
Mengucapkan salam bagi dunia
Mengucapkan salam dunia.
(Song by Deddy Stanzah)
Minggu, 10 Agustus 2008
Dry night
Malam ini puncak kemarau
Langit terasa lebih biru, bintang lebih terang dan bulan lebih bersinar
Segelas kopi menemaniku menghitung dosa dan doa yang aku sebar
Sebanyak bintangkah jumlah semua kesalahanku dan hanya sebanyak bulan doa ampunanku
Dibalik topeng hanya manusia biasa aku menutup kesalahan
Kesalahan yang aku sadar ketika melakukannya
Kesalahan yang manusia manapun bisa melakukannnya
Kesalahan atas nama cinta dan hasrat
Angin musim kemarau menghampiriku
Mencoba menghapus gundah dan laraku
Pergilah! teriakku..karna aku menikmati
Setiap detik dan ironi
Atas nama cinta aku pertaruhkan hingga musim hujan datang
Menghapus segala aral yang melintang
Menantikan engkau dalam dekapan
Tanpa harus menghapus kesalahan
Langit terasa lebih biru, bintang lebih terang dan bulan lebih bersinar
Segelas kopi menemaniku menghitung dosa dan doa yang aku sebar
Sebanyak bintangkah jumlah semua kesalahanku dan hanya sebanyak bulan doa ampunanku
Dibalik topeng hanya manusia biasa aku menutup kesalahan

Kesalahan yang aku sadar ketika melakukannya
Kesalahan yang manusia manapun bisa melakukannnya
Kesalahan atas nama cinta dan hasrat
Angin musim kemarau menghampiriku
Mencoba menghapus gundah dan laraku
Pergilah! teriakku..karna aku menikmati
Setiap detik dan ironi
Atas nama cinta aku pertaruhkan hingga musim hujan datang
Menghapus segala aral yang melintang
Menantikan engkau dalam dekapan
Tanpa harus menghapus kesalahan
Senin, 04 Agustus 2008
Autumn In South Jakarta

Sore itu saat yang akan aku ingat selamanya
Suara kepak merpati menemani jatuhnya daun-daun yang gugur
Udara terasa dingin walaupun matahari bersinar terik
Kepalamu ada dipangkuanku
Ada damai ketika kusentuh perlahan rambutmu
Aku ingin saat itu waktu berhenti berdetak, hanya untuk kita
Agar aku bisa menyentuhmu
Agar aku bisa menatapmu dan memelukmu lebih lama
Karna aku tahu, Akan banyak rintangan untuk mendapatkanmu
Engkau lelap dipangkuanku
Dan aku harus membangunkanmu karna matahari semakin tenggelam
Sambil meninggalkan daun-daun yang gugur dibelakang kita
Aku akan berusaha tetap disampingmu dan bukan menemani hanya sekejap seperti ini
Minggu, 03 Agustus 2008
All about the money
Ada pelajaran yang amat membekas dari perjalanan gw ke yogya kemaren and gw harap ini jadi pembelajaran juga buat gw....
Waktu gw ngunjungi imogiri setelah capek naik tangga yang naujubilah minjalik capeknya gw istirahat di salah satu warung kecil milik pasangan sepuh. Dengan bahasa jawa yang belepotan gw berusaha membuka percakapan...hehe entahlah gw merasa itu percakapan yang paling nyaman yang pernah gw temuin. Awalnya si mbah cerita tentang warungnya dan hartanya yang ludes akibat gempa kemaren trus berlanjut ke hal-hal lainnya. Ada satu hal yang nyesak didada gw ketika gw mengakhiri obrolan kita, waktu itu kan gw mau bayar minuman ama makanan yang gw makan jumlahnya cuma 10 ribu tapi dia amat berterimakasih banget sampai keluar kata-kata "terima kasih ya nak ya..mbah hari ini udah dikasih rezeki"..Subhanallah!!. Trus kata-kata terimakasih nya itu gak berhenti diucap sampe gw pamit dari warungnya. Sampai gw berpikir terus betapa berartinya uang segitu ya buat dia..ah gw tepis pikiran itu...itu kan cuma kasuistik ..cuma kebetulan aja gw nemuin orang kayak gitu...
Tapi kejadian ini berulang juga di hari lain. Waktu itu gw mau keliling keraton dan sekitarnya. Karna gw dikasih tahu ama tukang dawet di depan SD keputran kalo kita bisa naik becak dengan bayar 5000 perak lo bisa dianter keliling objek wisata keraton akhirnya kita milih naik becak lah dari pada harus puter-puter cari tempat parkiran kalo bawa motor. Dari satu tempat ke tempat lain muterlah kita sambil cari lokasi enak buat foto kira-kira satu jam setengah lah udah abis sebelum kita ke tempat terakhir yaitu keraton yogya. Gw pikir karna tempat parkir kita cuma 500 meter dar pintu utama keraton ya baiknya gw bayar aja becaknya jadi gak usah nungguin gw nganter ke tempat parkiran..gw kasih 20 ribu soalnya kasian kan panas2 nganter kesana-kesini terus mau dengan rela nungguin gw dimusium gak lupa juga dia jadi guide dadakan gw pikir 20 ribu layaklah yaa gw kasih dari kesepakatan awal yang cuma 500 perak. Pas dia terima uangnya dia pandangin sambil natap tuh uang...dalam pikiran gw ..wah kurang nih, gw langsung ambil dompet buat nambahin...tapi...dia bilang dengan pelan...
"mbak uangnya gak ada yang kecil saya gak punya uang buat kembaliannya"..
Gw langsung bilang.."ohhh gak usah dikembaliin pak itu buat bapak semua".
"tapi mbak kan cuma lima ribu muter-muter keraton sini, ini kebanyakan mbak!..saestu loh mbak!!"
"gak papa pak saya pengen ngasih bapak segitu..saya iklas kok"
Sambil ngucap makasih yang gak berhenti dia bilang mau nungguin gw keliling keraton walaupun gw bilang gak usah karna gw pengen nyaman di dalam keraton tanpa tahu ada yang nungguin diluar. Trus gw liat becaknya pergi. Tapi ternyata waktu gw keluar dari keraton itu sekitar 45 menit kemudian gw liat becaknya masih nungguin..lahhhh.... Ya udah lah karna dia berkeras nganter gw ke tempat parkir jadi ya gw naik lagi becaknya!
Gw tahu kadang bagi sebagian orang mencari uang 1000 perak itu begitu susahnya dan gw juga tahu begitu mudahnya bagi sebagian orang untuk mengeluarkan uang puluhan juta hanya untuk sebuah sepatu misalnya. Disini gw gak akan bilang akan rasa keadilan bagi manusia. Gw cuma pengen bilang "busyett man..uang 10 ribu atau 20 ribu yang akan habis dalam satu waktu buat elo-lo pada cuma buat makan junk food ternyata begitu berharga buat seorang bapak untuk ngasih makan anaknya atau seorang nenek untuk makan satu hari. Ah pasti ada yang berpikir lo terlalu berlebihan sie memandang kejadian diatas itu. Ya itu terserah sih tapi mudah-mudahan sedikit demi sedikit gw dikasih pembelajaran untuk melecut diri gw sendiri untuk menghargai sesuatu walupun ternyata susah. Yah namanya hidup semua hal disekitar kita kadang kalo lagi insaf ada sedikit pembelajaran yang bisa elo dapatin, mudah-mudahan mata gw makin terbuka dengan semua kejadian yang pernah gw alamin...
Sayup-sayup dari speaker kompi gw kedenger lagunya meja..
its all about the money,
its all about the dum dum duh dee dum dum
I dont think its funny
To see us fade away
Its all about the money,
its all about the dum dum duh dee dum dum
and I think we got it all wrong anyway ..........
Waktu gw ngunjungi imogiri setelah capek naik tangga yang naujubilah minjalik capeknya gw istirahat di salah satu warung kecil milik pasangan sepuh. Dengan bahasa jawa yang belepotan gw berusaha membuka percakapan...hehe entahlah gw merasa itu percakapan yang paling nyaman yang pernah gw temuin. Awalnya si mbah cerita tentang warungnya dan hartanya yang ludes akibat gempa kemaren trus berlanjut ke hal-hal lainnya. Ada satu hal yang nyesak didada gw ketika gw mengakhiri obrolan kita, waktu itu kan gw mau bayar minuman ama makanan yang gw makan jumlahnya cuma 10 ribu tapi dia amat berterimakasih banget sampai keluar kata-kata "terima kasih ya nak ya..mbah hari ini udah dikasih rezeki"..Subhanallah!!. Trus kata-kata terimakasih nya itu gak berhenti diucap sampe gw pamit dari warungnya. Sampai gw berpikir terus betapa berartinya uang segitu ya buat dia..ah gw tepis pikiran itu...itu kan cuma kasuistik ..cuma kebetulan aja gw nemuin orang kayak gitu...
Tapi kejadian ini berulang juga di hari lain. Waktu itu gw mau keliling keraton dan sekitarnya. Karna gw dikasih tahu ama tukang dawet di depan SD keputran kalo kita bisa naik becak dengan bayar 5000 perak lo bisa dianter keliling objek wisata keraton akhirnya kita milih naik becak lah dari pada harus puter-puter cari tempat parkiran kalo bawa motor. Dari satu tempat ke tempat lain muterlah kita sambil cari lokasi enak buat foto kira-kira satu jam setengah lah udah abis sebelum kita ke tempat terakhir yaitu keraton yogya. Gw pikir karna tempat parkir kita cuma 500 meter dar pintu utama keraton ya baiknya gw bayar aja becaknya jadi gak usah nungguin gw nganter ke tempat parkiran..gw kasih 20 ribu soalnya kasian kan panas2 nganter kesana-kesini terus mau dengan rela nungguin gw dimusium gak lupa juga dia jadi guide dadakan gw pikir 20 ribu layaklah yaa gw kasih dari kesepakatan awal yang cuma 500 perak. Pas dia terima uangnya dia pandangin sambil natap tuh uang...dalam pikiran gw ..wah kurang nih, gw langsung ambil dompet buat nambahin...tapi...dia bilang dengan pelan...
"mbak uangnya gak ada yang kecil saya gak punya uang buat kembaliannya"..
Gw langsung bilang.."ohhh gak usah dikembaliin pak itu buat bapak semua".
"tapi mbak kan cuma lima ribu muter-muter keraton sini, ini kebanyakan mbak!..saestu loh mbak!!"
"gak papa pak saya pengen ngasih bapak segitu..saya iklas kok"
Sambil ngucap makasih yang gak berhenti dia bilang mau nungguin gw keliling keraton walaupun gw bilang gak usah karna gw pengen nyaman di dalam keraton tanpa tahu ada yang nungguin diluar. Trus gw liat becaknya pergi. Tapi ternyata waktu gw keluar dari keraton itu sekitar 45 menit kemudian gw liat becaknya masih nungguin..lahhhh.... Ya udah lah karna dia berkeras nganter gw ke tempat parkir jadi ya gw naik lagi becaknya!
Gw tahu kadang bagi sebagian orang mencari uang 1000 perak itu begitu susahnya dan gw juga tahu begitu mudahnya bagi sebagian orang untuk mengeluarkan uang puluhan juta hanya untuk sebuah sepatu misalnya. Disini gw gak akan bilang akan rasa keadilan bagi manusia. Gw cuma pengen bilang "busyett man..uang 10 ribu atau 20 ribu yang akan habis dalam satu waktu buat elo-lo pada cuma buat makan junk food ternyata begitu berharga buat seorang bapak untuk ngasih makan anaknya atau seorang nenek untuk makan satu hari. Ah pasti ada yang berpikir lo terlalu berlebihan sie memandang kejadian diatas itu. Ya itu terserah sih tapi mudah-mudahan sedikit demi sedikit gw dikasih pembelajaran untuk melecut diri gw sendiri untuk menghargai sesuatu walupun ternyata susah. Yah namanya hidup semua hal disekitar kita kadang kalo lagi insaf ada sedikit pembelajaran yang bisa elo dapatin, mudah-mudahan mata gw makin terbuka dengan semua kejadian yang pernah gw alamin...
Sayup-sayup dari speaker kompi gw kedenger lagunya meja..
its all about the money,
its all about the dum dum duh dee dum dum
I dont think its funny
To see us fade away
Its all about the money,
its all about the dum dum duh dee dum dum
and I think we got it all wrong anyway ..........
Langganan:
Postingan (Atom)