
Seorang bijak berkata kepadaku dimalam pekat yang dingin disertai rintik hujan yang sepertinya enggan beranjak menemani malam...."Orang yang berbahagia adalah mereka yang sudah menemukan lentera jiwa mereka. Carilah cara untuk menuntun kamu menemukan lentera itu.".
Maka ditengah segala hiruk pikuk kehidupan aku cari lentera jiwaku dengan berbagai cara hanya untuk meraih kebahagiaan. Sebenarnya aku juga tidak tahu apa yang dimaksud dengan kebahagian?...rasa senang melakukan sesuatukah? atau kesuksesan dalam meraih sesuatu atau mungkin kebahagiaan adalah dimana kita tidak membutuhkan apapun??.
Marcus aurelius berkata untuk bahagia tak perlu banyak hal, ada dalam dirimu sendiri dalam caramu berpikir! Kalau begitu sekarang aku bahagia dong!?..dengan begitu banyak masalah trus aku berfikir well zie kamu harus bahagia masih punya banyak masalah dibandingkan dengan orang lain yang gak punya masalah berarti otak dan pikiran kamu masih bisa berjalan masih bisa dipakai untuk mengurai masalah kamu satu persatu....harusnya pikiran aku begitu tapi.....
Suara lain ikut berkata tentang kebahagiaan "Sebenarnya mudah menjadi bahagia yaitu dengan cara menerima keberadaan apa adanya bersatu dalam kepasrahan dan dalam kekinian. Berarti sama juga dong ini artinya menerima semua hidup kita apa adanya cuma di tambah pasrah menjalaninya lalu cap bahagia kemudian terstempel di hidup kita.
Kalo cuma itu lalu kenapa aku harus mencari lentera jiwa buat bahagia. Tanpa itupun harusnya bisa dengan menjalani 2 cara diatas.
Satu jawaban yang aku dapatkan -BERDAMAI DENGAN DIRINYA, ORANG LAIN DAN TUHAN- simple ya...tapi susah bukan main. Jangankan berdamai dengan orang lain berdamai dengan diri sendiri susah bukan main. Aku sering menjadi musuh untuk diriku sendiri terlalu keras memacu hidup aku sendiri untuk menjadi sesuatu dan untuk mendapatkan sesuatu, ketika akhirnya sesuatu itu tidak aku dapatkan maka semua kekecewaan aku lampiaskan ke diriku sendiri. Dan ini juga menular kepada orang lain bahkan TUHAN!..please forgive me GOD!!!...
Maka ditengah segala hiruk pikuk kehidupan aku cari lentera jiwaku dengan berbagai cara hanya untuk meraih kebahagiaan. Sebenarnya aku juga tidak tahu apa yang dimaksud dengan kebahagian?...rasa senang melakukan sesuatukah? atau kesuksesan dalam meraih sesuatu atau mungkin kebahagiaan adalah dimana kita tidak membutuhkan apapun??.
Marcus aurelius berkata untuk bahagia tak perlu banyak hal, ada dalam dirimu sendiri dalam caramu berpikir! Kalau begitu sekarang aku bahagia dong!?..dengan begitu banyak masalah trus aku berfikir well zie kamu harus bahagia masih punya banyak masalah dibandingkan dengan orang lain yang gak punya masalah berarti otak dan pikiran kamu masih bisa berjalan masih bisa dipakai untuk mengurai masalah kamu satu persatu....harusnya pikiran aku begitu tapi.....
Suara lain ikut berkata tentang kebahagiaan "Sebenarnya mudah menjadi bahagia yaitu dengan cara menerima keberadaan apa adanya bersatu dalam kepasrahan dan dalam kekinian. Berarti sama juga dong ini artinya menerima semua hidup kita apa adanya cuma di tambah pasrah menjalaninya lalu cap bahagia kemudian terstempel di hidup kita.
Kalo cuma itu lalu kenapa aku harus mencari lentera jiwa buat bahagia. Tanpa itupun harusnya bisa dengan menjalani 2 cara diatas.
Satu jawaban yang aku dapatkan -BERDAMAI DENGAN DIRINYA, ORANG LAIN DAN TUHAN- simple ya...tapi susah bukan main. Jangankan berdamai dengan orang lain berdamai dengan diri sendiri susah bukan main. Aku sering menjadi musuh untuk diriku sendiri terlalu keras memacu hidup aku sendiri untuk menjadi sesuatu dan untuk mendapatkan sesuatu, ketika akhirnya sesuatu itu tidak aku dapatkan maka semua kekecewaan aku lampiaskan ke diriku sendiri. Dan ini juga menular kepada orang lain bahkan TUHAN!..please forgive me GOD!!!...
Aku tahu ini pekerjaan yang luar biasa besar dan proyek yang amat sangat besar untuk hidup aku agar merubah pandangan hidup. Setapak demi setapak aku coba lakukan walau kadang diam ditempat karna aku tak tahu bagaimana caranya. Aku ingin bahagia dan itu hanya aku dapatkan jika aku yang berusaha.

