Sabtu, 27 Februari 2010

Grapa grepe grupu

Seorang teman wanita pernah curhat betapa gak nyaman dan bikin bt saat salah seorang teman pria kita begitu mudahnya mengelus entah itu bahu, kepala, punggung dan kadang senggolan2 yang sedikit nakal. Aku ingat saranku saat itu "tolak dengan tegas" apapun alasannya ketika jurusan pegangan itu sudah tidak membuat nyaman bisa dikatagorikan sebagai pelecehan seksual, walaupun ketika si prianya di confirmn dia bilang itu hanya elusan "teman"..hmmm teman yang sangat-sangat akrab sekali pastinya. Tapi sekarang keluhan teman wanita saya itu sudah hilang seperti air hujan yang lenyap di bakar matahari yang ada sekarang si wanita itu yg menyedorkan diri untuk di pegang dengan alasan yang aneh dan bahasa yang manja. Dalam pikiran saya cuma satu terlintas...oh my godness!

Dont blame it to the man jika meraka melakukan pelecehan karna 50% itu juga sumbangan dari kita kaum wanita. Istilah kucing dikasih ikan benar2 bahasa yang tepat untuk hal diatas. Jangan komplain kalo anda menerima pelecehan ketika bahasa tubuh anda mengatakan..ya.ya.ya saat dipegang. Itu resiko yang anda ambil. Itu sudah saya lakukan ke teman pria tersebut yang hobi grapa grepe..my body said no! jika kamu mendekat, kamu harus jaga jarak!.. and its work.

Akrab dengan teman pria saya pikir tak masalah ya cuma sekali lagi liat batasnya. Apa yang kamu beri, itu yang akan kamu dapat dapat tercetak dengan jales. And then para ladies yang cantik2 terserah anda ingin menjadi bagian yang man semua ada konsukuensinya kok!

Rabu, 17 Februari 2010

Antara ada dan tiada

Ada jarak yang memisahkan aku dan kamu
Jarak ilusi yang kau buat lebih kuat dari baja
Saat aku berusaha memecahkan kau malah menguatkan
Aku tak pernah sampai di pintumu karna gerbang yang kau bangun

Tanya pada malam dan siang yang datang silih berganti
Apakah aku masih layak dihadapanmu
Aku takut berjalan menghampirimu
Karna kau tak pernah memberi ruang untukku

Kadang aku tak mengerti apa yang aku rasakan
Aku cinta kau sekaligus membencimu
Aku ingin dekat denganmu dengan berlari menjauh darimu
Apakah memang tempatku hanya di seberang pandanganmu
Antara ada dan tiada

Senin, 15 Februari 2010

Wajahmu


Wajah mu kulihat

Diantara awan
Tetes air
Pelangi
Mimpi-mimpi ku
Diamku
Dikerumunan
Rinduku
Tangisku
Dosaku
Doaku
Langkahku
Angan ku

Wajahmu terus menghantui ku......

Jumat, 12 Februari 2010

Senja



Senja dengan langit biru kelabu
Matahari samar kulihat di balik mendung
Malam menjelang dingin menyergap
Suara senja menjadi bingkai kesenyapan





Senja menjadi ambang ketenangan
Ketenangan merangkai langkah yang terjadi
Menjadi saat menyerap dalam hati
Setiap kejadian dan keadaan

Senja ini kupandang terkahir kali
Menutup gulana dan sedih
Berharap ini terkahir kalinya
Melewati malam dan menanti mentari

Rabu, 03 Februari 2010

Pour Quelqu'un

Pelan-Pelan Saja

ku tahu kamu pasti rasa
apa yang ku rasa
ku tahu cepat atau lambat
kamu kan mengerti

hati bila dipaksakan
pasti takkan baik
pantasnya kamu mencintai
yang juga cintai dirimu
cuma kamu

lepaskanlah ikatanmu dengan aku
biar kamu senang
bila berat melupakan aku
pelan-pelan saja

tak ada niat menyakiti
inilah hatiku
pantasnya kamu mencintai
yang juga cintai dirimu
cuma kamu

Selasa, 02 Februari 2010

Bogor ijo royo-royo

Bogor hijau pohonnya besar-besar dan rimbun, udara dingin terasa hingga matahari diatas kepala, jalanan teduh dan udara segar selalu ada setiap saat...tapi itu dulu 30 tahun yang lalu..saat kendaraan yang lewat dapat dihitung dengan jari. Saat tiap malam hiburan yang didapat cuma dari TVRI dan restoran yang terkenal mewah masih restoran lautan dan bogor permai, saat supermarket hanya berupa toko besar bernama "dezon". Setiap lebaran ibu hanya mampu membelikan baju dari deretan toko cina yang ada di pasar bogor itu pun sering seragam dengan anak tetangga karna saking sedikitnya toko yang ada di bogor.

Saat itu dongeng kuntilanak dan wewe gombel membuat kami anak-anak tangsi selalu menghindari pohon-pohon besar di komplek kami, terutama pohon randu alas dekat kantor bapak yang walaupun terasa menyeramkan tapi aku selalu merasa hommy saat melewatinya. Bogor dulu terutama di komplekku surga bagi kami untuk mengambil ikan wader dan udang sungai yang akan kami goreng dengan minyak hasil colongan di dapur ibu. Surga bagi kami untuk bisa mengambil buah-buahan dari pohon tanpa pemilik karna tumbuh sembarang dan tak tahu siapa yang menanam. Surga bagi kami untuk bermain di lapangan yang penuh rumput teki tanpa takut tersambar mobil atau motor. Bogor kota yang selalu membuat aku kangen ketika 6 tahun harus kulewati dikota serang yang panas dan gersang.

Tapi sekarang...satu-satu pohon tumbang bahkan the legend pohon di depan rumah sakit salak tumbang tampa kena angin atau hujan. Bogor ku semakin panas dengan hiruk pikuk pendatang yang tak merasa memiliki kota ini, padahal mereka benaranak pinak di kota ini yang mungkin suatu saat akan menjadi kota anak cucunya.

Bogor ku semakin tua dan merana, pedagang kaki lima betebaran dimana-mana, mobil-mobil baru berseliweran menambah polusi ditambah lagi sejuta angkot yang tak tahu kapan akan berkurang. Bogorku semakin hijau bukan karna tumbuhan dan pohon tapi angkot.

Aku tahu belum berbuat apapun buat kota ini. Kota yang aku cintai, suatu saat aku ingin menemukan jalan untuk berbuat sesuatu yang berguna untuk kotaku. Secepatnya harus aku cari hingga bogorku tak makin merana.