Minggu, 10 Agustus 2008

Dry night

Malam ini puncak kemarau
Langit terasa lebih biru, bintang lebih terang dan bulan lebih bersinar
Segelas kopi menemaniku menghitung dosa dan doa yang aku sebar
Sebanyak bintangkah jumlah semua kesalahanku dan hanya sebanyak bulan doa ampunanku

Dibalik topeng hanya manusia biasa aku menutup kesalahan
Kesalahan yang aku sadar ketika melakukannya
Kesalahan yang manusia manapun bisa melakukannnya
Kesalahan atas nama cinta dan hasrat

Angin musim kemarau menghampiriku
Mencoba menghapus gundah dan laraku
Pergilah! teriakku..karna aku menikmati
Setiap detik dan ironi

Atas nama cinta aku pertaruhkan hingga musim hujan datang
Menghapus segala aral yang melintang
Menantikan engkau dalam dekapan
Tanpa harus menghapus kesalahan

1 komentar:

Unknown mengatakan...

yang ini keren banget, gue baca berulang - ulang lama2 merinding...top abis....cayo...cayooo..kok bisa ya??