Minggu, 22 Juni 2008

Destiny

Waktu kemaren nonton kungfu panda ada kalimat dari Master Oogway (gurunya) yang bilang semakin elo lari dari takdir maka semakin takdir itu mendekati elo. Kadang nih dalam hidup apa-apa selalu dikaitkan dengan takdir kalo orang jawa sih ditambah dengan kalimat "masih untung" contohnya nih kalo ada yang kecelakaan orang pasti ada yang komentar ...yah takdirnya si entong sekalinya kecelakaan eh mati trus kalo yang orang jawa pasti bilang yang takdirnya si entong kecelakaan tapi untungnya motornya gak papa!! hmmm salah ya kalimat terakhir???

Jadi makhluk apa sih takdir ini kok apa-apa selalu dibawa dan dikaitkan dengan kehidupan elo..entah itu kehidupan cinta, lahir, jodoh bahkan mati disebuah situs gw menemukan penjabaran dari takdir ini dan gw poles kalimatnya supaya lebih gampang di cerna nih.

Pemahaman pertama yaitu

1. Kehendak (Iradah) Kauniyah

Kehendak Allah ini disebut iradah (kehendak) kauniyah, yaitu berlakunya kehendak Allah itu sebagai ketentuan di alam semesta.

Contohnya adalah hukum kausalitas dalam segala sesuatu. Misalnya dalam hukum fisika yang ada di alam semesta ini. Ada grafitasi, ada berat, ada panas, dingin, dan seterusnya. Semua itu adalah iradah atau ketentuan Allah SWT. Dan semua merupakan sunnatullah yang berjalan.

Di dalam kehidupan ini juga ada hukum kausalitas yang berlaku. Mau pandai, ya harus belajar. Mau kaya dan banyak uang, ya tentu saja harus harus bekerja keras, efisien, berhemat, menabung dan lainnnya.

2. Kehendak (Iradah) Syar'iyah

Selanjutnya, pada level berikutnya ada iradah (kehendak) syar'iyah. Di mana Allah secara khusus, Allah berkehendak agar umat manusia mengikuti ajaran yang telah diturunkan-Nya lewat para nabi dan kitab suci.

Iradah syar'iyah ini memang perintah, namun sifatnya khusus hanya kepada manusia saja. Sedangkan hewan, tumbuhan dan alam semesta yang lainnya, tidak ikutan dalam kehendak yang satu ini.

3. Kehendak (Iradah) Khashshah

Kehendak yang terakhir ini sifatnya sangat khusus, dan memang kita mengenal adanya perlakuan kehendak yang teramat khusus dari Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya, tapi hanya terbatas sekali.

Tentunya tidak terlalu banyak berlaku pada makhluk lainnya. Hanya kepada objek-objek tertentu saja kehendak itu dijalankan.

Misalnya, ada orang yang atas kehendak Allah, pada akhirnya mati husnul khatimah. Padahal sepanjang hidupnya bergelimang dengan dosa dan kesesatan.

Tentunya kita tidak bisa bilang begini, "Tuh kan, biar pun banyak dosa, tapi kan akhirnya masuk surga juga. Makanya sekarang ini bikin aja dosa-dosa sebanyak-banyaknya, toh akhirnya kan bakalan masuk surga juga."

Kalau memang begitu logikanya, lalu asyik bikin dosa terus mati dan masuk neraka, jangan protes. "Kok saya masuk neraka, ya Allah, bukankah itu orang lain bikin dosa akhirnya masuk surga?"

Tentu saja protes itu tidak berlaku. Sebab kehendak Allah SWT untuk memberi hidayah kepada orang itu bisa tobat tidak semata diberikan kepada siapa saja.

Setelah baca semua itu elo malah jadi bingung??....sama ama gw juga sih!!...tapi ada intinya kok makna dari takdir itu yaitu taqdir Allah itu didahului dengan usaha sungguh-sungguh dibarengi dengan do’a yang bersungguh-sungguh pula hasilnya tetap hak preogratif Allah. Inilah pemahaman taqdir dalam Islam secara tepat dan benar.

Source : era muslim



Tidak ada komentar: